Sabtu, 20 Oktober 2012

Mencintai Sejantan Ali

__Mencintai Sejantan Ali

Islamedia - Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh mempesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. 
Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!
‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.
”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.
Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.
Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali. Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.” Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.
Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..” Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.
Cinta tak pernah meminta untuk menanti.

Ia mengambil kesempatan.
Itulah keberanian.
Atau mempersilakan.
Yang ini pengorbanan.


Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak.
Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.
Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adzkah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu? ”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. ”
”Aku?”, tanyanya tak yakin.
”Ya. Engkau wahai saudaraku!”
”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”
”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”
’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.
”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan. ”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”
”Entahlah..” ”Apa maksudmu?” ”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”
”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !” Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian. Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ” ‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?” Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu” Kemudian Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut.” Kemudian Rasulullah saw. mendoakan keduanya: “Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.” (kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab4).
Jalan Cinta Para Pejuang
Salim A. Fillah
                                                                                                        

                                                          Sumber : Islamedia




5 Tips Liburan Wisata Religi Agama Islam

 __"Wisata Religi Agama Islam"

1. Siapkan Kondisi Kesehatan terutama membawa Obat-obatan. 

2. Bawalah Perlengkapan tidur secukupnya Misalkan Bantal Guling dll.

3. Hindari membawa barang berharga. 

4. Membawa Oleh-oleh di saat perjalanan pulang. 

5. Ketahuilah atau perhatikan karakter adat istiadat setempat. 


Selamat Mencoba Perjalanan Wisata !!


                            Sumber : Sembilan Wali

Senin, 08 Oktober 2012

TENTANG AVO INC (Ingin Sukses)

                                 TENTANG AVO INC

AVO INC adalah sebuah perusahaan skala besar manajemen aset perusahaan di Amerika Serikat yang di dirikan pada tahun 1996 dan menjadi berkembang pada pada tahun 2003.

AVO INC sendiri di ciptkan oleh sekelompok pedagang 
profesional,ahli yang berkualitas,trampil dan analisis Banker berpengalaman dengan baik dan di verivikasi bidang keahlian seperti saham,obligasi,komoditas,mata uang,energy,bahan baku dan reksadana dengan memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman dalam pasar bisnisdan lingkungan investasi yang aman dan tidak beresiko.

Pada tahun 2011 AVO INC mulai memperluas lingkaran klien dan meningkatkan modal dengan menawarkan Peluang investasi kepada jutaan pengguna internet di seluruh dunia yang sangat menghargai waktu dan ingin mengambil keputusan keuangan. Ini guna memperkuat modal dasar perusahaan dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan keuntungan


                                                                        Klik  Sumbernya : TENTANG AVO INC



Senin, 28 Mei 2012


Motor matic injeksi irit harga murah – Yamaha Mio J”.


Mio J Motor Matic Injeksi Irit Terbaik Mencari Motor matic berteknologi injeksi yang irit bahan bakar dan berharga murah (ekonomis) merupakan solusi terbaik bagi konsumen sepeda motor yang ingin meletakkan nilai efisiensi sebagai prioritas utama. Faktor ini seakan tidak bisa ditawar. Apalagi isyu peningkatan harga bahan bakar dan pencemaran lingkungan sudah berada di depan mata.Berbicara tentang motor matik injeksi irit dengan harga ekonomis maka pilihan terbaik akan jatuh pada produk sepeda motor terbaru Yamaha Mio J. Model terbaru yang telah tersedia di pasar nasional ini begitu unik dengan keunggulan sesuai tagline-nya.
"Semakin Cepat Semakin Irit...It’s Magic."


Keunikan Mio J saja sudah dimulai dari namanya. Huruf "J" yang berada di belakang nama "Mio"merupakan awalan dari teknologi FI Yamaha yang disebut Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI). Makna tagline tersebut juga sangat dalam dan menjadi kesempurnaan Mio J. Pasalnya, dengan teknologi mutakhir Yamaha itu pengguna dapat meningkatkan performa mesin dan hemat bahan bakar sampai 30 persen. Ini pula mengapa Mio J disebut "It’s Magic."
Kata kunci lainnya buat Mio J adalah friendly (bersahabat). Artinya Mio J mudah digunakan baik oleh pria maupun wanita dari segala usia, anak-anak sampai dewasa. Desainnya pun friendly, cocok untuk siapa saja karena tidak terlalu macho atau condong ke anak-anak muda.
Mio J mudah digunakan dan ketinggian jok rendah sehingga bisa mengakomodir siapa saja. Sudah menggunakan teknologi injeksi jadi tidak perlu membersihkan karburator. Servisnya pun cepat karena akinya kering, jadi tidak perlu dicek setiap minggu.Untuk mereka yang butuh ruang untuk penyimpan barang tak perlu khawatir. Bagasi Mio J luasnya 8 liter, sehingga bisa menyimpan banyak barang seperti jas hujan, sepatu ganti dan tas kecil.
Pengguna Mio J juga tidak perlu sering-sering ke SPBU untuk mengisi bahan bakar karena besarnya tangki Mio J yang dapat diisi 4,8 liter bahan bakar. Keunggulan lainnya adalah mudah membawa boncengan karena joknya panjang.
Performa Mio J sudah pasti terjamin keunggulannya. Hal ini berkat diaplikasinya sederet terknologi terdepan Yamaha, yaiut diasil cylinder, forged piston, dan YMJET-FI. Jadi bukan berlebihan bila Mio J lahir sebagai motor matik performa tinggi secepat jet dan selincah Mio, didukung kemampuan irit dan awet.
Spesifikasi mesin Mio J menggunakan tipe mesin 4-langkah, 2 valve, SOHC, berpendingin kipas dan berkapasitas 113 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 7,75 PS di putaran 8.500 rpm dengan torsi puncak mencapai 8,5 Nm di 5.000 rpm.
Fitur penting lainnya yang terdapat pada Mio J adalah key shutter (kunci magnet) yang meningkatkan perlindungan sepeda motor dari aksi pencurian. Karena itu, ketika parkir Anda tak perlu lagi gundah.
Desain Mio J secara keseluruhan pun menarik. Update sesuai zaman untuk menyesuaikan dengan konsumen yang sudah cerdas dalam memilih motor. Desainnya mengambil aliran garis yang tidak terputus dari bodi depan ke bodi belakang sehingga menciptakan kesan harmonis. Sporty, canggih dan dinamis.
Permukaan bodinya tidak datar tapi memiliki sentuhan lekukan-lekukan yang menimbulkan efek bayangan bernuansa elegan dan berkualitas tinggi. Titik-titik menonjol Mio J secara keseluruhan dapat dilihat pada bodi belakang, spack board, leg shield dan head lamp.

Pada setiap warna mempunyai karakter dan sifat yang berbeda-beda, Coba Tebak yang dibawah ini. Warna Apa saja ?? 

Pilihan Tepat Desain Motor Matic Injeksi Irit..

MIO J Teen Yamaha
Uniknya Mio J Teen didesain berdasarkan 3-tone color combination. Ada tiga warna dasar berbeda dalam satu produk itu, yang dapat dilihat pada cover depan dan cover head lamp; spack board depan, cover sayap samping dan cover body belakang; cover body bagian bawah.Bagi kebanyakan konsumen Indonesia, memilih motor matic berteknologi injeksi tak hanya berhenti pada faktor irit bahan bakar dan berharga murah (ekonomis). Masih ada pertimbangan lain yang tak kalah penting, yaitu desain. Masalahnya tak banyak merek yang menawarkan unsur-unsur penting tersebut dalam satu paket.
Beruntung kini di pasar nasional telah tersedia skuter matic Yamaha Mio J terbaru. Dengan sepeda motor tersebut konsumen bisa meraih manfaat teknologi irit bahan bakar, harga murah, dan desain memikat. Terlebih Yamaha menyediakan dua tipe yang bisa dipilih, yaitu Mio J Family dan Mio J Teen.Yamaha secara khusus menciptakan tipe Mio J Family untuk kalangan umum atau keluarga yang ingin tampil dinamis. Sementara Mio J Teen lebih diciptakan guna mendampingi keinginan anak-anak muda yang ingin tampil trendy penuh percaya diri.Mio J Family sendiri berkarakter dinamis, sporti, elegan, dan simpel. Ada lima varian pilihan untuk tipe Family, yaitu warna putih, hijau, biru, hitam, dan merah.

Sedangkan Mio J Teen sangat cocok buat anak-anak muda yang ingin tampil gaya, sporti, dan dinamis. 



Aplikasi tiga warna dasar berbeda pada bagian-bagian motor tersebut nyata tampak pada lima varian Mio J Teen. Varian pertama yang menjadi hero bike berwarna dasar hitam - putih - merah. Yang lainnya berwarna hitam – hijau – abu-abu muda; putih – biru – abu-abu muda; putih – hitam – abu-abu muda; dan putih – merah – abu-abu muda.Untuk harga on the road Jakarta, Mio J-FI dibanderol seharga Rp 11.990.000, Mio J CW-FI harganya Rp 12.800.000, Mio J-CW Teen FI seharga Rp 12.930.000.  Motor Matic Injeksi yang Pasti Irit






Buang jauh prasangka bahwa motor matic tidak irit. Sekarang dugaan tersebut sudah tak berlaku. Bagi Yamaha motor matic sudah bisa dibuat irit. Buktinya bisa dirasakan pada skuter matic Yamaha Mio J terbaru.
Anda bisa membuktikan tagline Mio J yang berbunyi "Semakin Cepat Semakin Irit...It’s Magic." Tagline Mio J yang kian akrab di hati konsumen itu lahir dari keunggulan teknologi yang diaplikasikan pada skutik teranyar Yamaha tersebut. Dasar tagline ini sangat jelas, yaitu tingkat keiritan Mio J bagaikan sihir.
Poin-poin penting kelebihan Mio J bisa dilihat dari performa, dimana responsifnya tinggi dan economical atau irit. Bahkan iritnya pun masih ditambah dengan kemampuan bertahan lama. Tak hanya itu. Mio J masih menyimpan style desain yang smart flowing line dan 10 pilihan warna untuk anak muda. Fakta ini menjadikan Mio J semakin begitu sempurna. Terlebih lagi Mio J menggunakan mesin teknologi Fuel Injection (FI) yang benar-benar baru hasil pengembangan tenaga ahli Yamaha. Iritnya Mio J ditunjang rangkaian sistem yang diaplikasikan pada mesin, yaitu Low Friction Technology, DiAsil Cylinder dan Forged Piston, Fuel Pump dan YMJET-FI (Yamaha Mixture JET-Fuel Injection).Low Friction Technology dikembangkan untuk mengurangi segala jenis friksi atau gesekan. Efek panas pada mesin pun lebih rendah sehingga konsumsi bahan bakar lebih irit disebabkan suhu mesin yang terkontrol dengan baik.Hal ini diaplikasikan pada bagian Cam Shaft (Ditambahkan Bearing khusus) dan Cranksaft Assy sehingga putarannya lebih lembut dan effect panasnya sangat rendah.Tidak cukup itu saja, sistem pendinginannya dilengkapi dengan Turbo Fan yang mampu mendinginkan mesin dengan cepat. DiAsil Cylinder dan Forged Piston memberikan manfaat kompresinya tinggi dan piston clearance stabil. Kompresi tinggi dapat dijelaskan dari material DiAsil Cylinder yang tidak full besi tapi dicampur dengan silikon sehingga saat terjadi tekanan atau kompresi, dinding DiAsil Cylinder jadi lebih dinamik (dindingnya fleksibel). Sedangkan kestabilan piston clearance dikarenakan jarak antara Forged Piston dan dinding DiAsil Cylinder terjaga. Karena itu, jadi tidak akan terjadi kerusakan pada dinding DiAsil Cylinder dan Forged Piston. Komponen lainnya dalam sistem mesin Mio J yang membuatnya irit adalah Fuel Pump yang sangat compact (padat), low electricity consumption (konsumsi energi listrik rendah), serta good fuel consumption (mampu mengontrol injeksi bensin dari tangki ke area mesin). Dan pastinya, YMJET-FI yang sudah dikenal luas masyarakat Indonesia. YMJET-FI menghasilkan pembakaran sempurna, tenaga yang maksimal namun sangat irit BBM dan ramah lingkungan.
"Motor-motor Yamaha dengan teknologi Fuel Injectionnya mampu membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien dan hemat sampai 30%. Selain itu gas buangnya juga lebih ramah lingkungan." jelas M.Abidin, Asisten General Manager Service Yamaha Indonesia. YMJET-FI juga menjamin penyemprotan bensin dijamin lebih akurat, sesuai dengan kebutuhan mesin. Dengan YMJET-FI konsumsi bahan bakar sangat efisien di putaran rendah hingga menengah. Masih ada pula ECU (Electronic Control Unit) yang bekerja sangat cerdas. Sistem ini secara akurat akan menerima berbagai informasi penting dari sensor yang tertanam pada beberapa bagian penting mesin. Sebut saja, sensor TPS (Throttle Position Sensor), IATS (Intake Air Sensor), IAPS (Intake Air Pressure sensor), ISC (Idle Speed Sensor), O2 sensor, serta Crank Angle Sensor. Kesemua sensor itu merespon dan memberi instruksi secara cepat dan akurat kepada injektor mesin agar menyuplai bahan bakar sesuai kebutuhan, sehingga tetap irit walau bertenaga penuh.
Salah satu rahasia di balik konsumsi bahan bakar yang irit pada teknologi YMJET-FI, ini terletak pada posisi injektor yang mengarah langsung ke ruang bakar. Kondisi teknis ini membuat aliran tidak tersumbat.
Selain itu, pada teknologi YMJET-FI juga disematkan sistem Air Assist Passage (jalur udara khusus pada sistem YMJET-FI). Sistem ini bekerja mengarahkan suplai udara secara cepat dan menciptakan efek turbulensi yang membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi mudah dibakar di dalam ruang bakar.
Bahkan untuk situasi berkendara yang cenderung “ekstrem” sekalipun, seperti percepatan, deselerasi dan beban tinggi, ECU mampu mengontrol secara imbang kebutuhan bensin dan udara tetap pada kondisi ideal.
So, apa lagi yang musti dipertanyakan pada Mio J. Motor matic ini akan membuktikan diri sebagai sepeda motor praktis, ekonomis, dan berkemampuan tinggi.
                                                                            
                                                                   Sumber : http://www.yamaha-motor.co.id/